Inspirasi Man Jadda Wajada: Debby, Pengusaha Donat Khas Batam

Inspirasi Man Jadda Wajada: Debby, Pengusaha Donat Khas Batam

Debby, Pengusaha Donut Khas Batam

Debby, Pengusaha Donut Khas Batam

Namanya Debby Yuni Anita Andri, panggilannya Debby, lahir di Batam, 24 Juni 1994. Dara manis 18 tahun yang masih kuliah semester satu di Universitas International Batam ini punya segudang prestasi. Beberapa di antaranya adalah mengikuti Pertukaran Pelajar ke Amerika (Indonesian Youth Leadership Program) 2010, Washington, Virginia, mendapatkan beasiswa Excellent Scholarship in Universitas International Batam, dan juga sebagai peserta Jambore Kewirausahan Pelajar Nasional II, Cibubur, bersama IR Hatta Rajasa. Dan sekarangpun, selain kuliah, punya bisnis, anak pertama dari empat bersaudara ini juga menjadi reporter freelance untuk Koran Harian Batampos

Jiwa kewirausahaan tumbuh dari orang tuanya. Mamanya adalah pengusaha “Dendeng Daun Singkong” khas Batam, makanan khas yang menjadi juara I lomba entrepreneurs school se Provinsi Kepulauan Riau. Ia mulai berwirausaha sejak SMK. Ia berjualan tahu isi, membawanya ke sekolah untuk sarapan teman-temannya. Usahanya berjalan baik, hingga iapun tidak perlu lagi meminta uang saku dari orang tuanya.

Saat itu, pertama usaha, banyak orang mencibirnya, “ngapain dagang?”, toh ia sebenarnya lahir dalam keadaan cukup? Tetapi dukungan orang tuanya, dan niatnya untuk hidup mandiri membuat Debby tidak terlalu mempedulikan apa yang dikatakan orang-orang sekitarnya. Prinsipnya, kalau hal itu menguntungkan, mengapa tidak?

Memasuki kuliah, jiwa kewirausahaan itu terus Debby tumbuhkan. Puncaknya adalah saat ada kesempatan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Riau yang mengadakan pelatihan kewirausahaan selama 1 bulan penuh di Tanjung Pinang. Bertemulah jiwa kewirusahaan dengan keterampilan dan keilmuan yang dibutuhkan. Hasilnya, Debby berpikir keras bagaimana mulai usaha, dan usaha apa yang akan dijalankan.

Debby, Pengusaha Donut Khas Batam

Debby, Pengusaha Donut Khas Batam di depan gerobaknya

Setelah melalui beberapa pengamatan dan analisis kecil, sampailah Debby pada langkah awal, membuka usaha donut. Mengapa donut? Bukan hanya karena kue ini salah satu kue yang disenangi Debby, tetapi ia melihat bisnis ini masih bisa dikembangkan jika dikelola dengan baik.

Pasarnya siapa? Itulah yang pertama kali Debby pikirkan. Debby membidik kalangan muda Batam yang mulai tumbuh menjadi anak muda metropolitan, dengan gaya hidup kongkow dan nongkrong. Mereka berkumpul di beberapa tempat, terutama malam Minggu menghabiskan hari bersama kawan-kawannya.

Debby Pengusaha Donut Khas Batam

Di depan gerobak uniknya

Mulailah ia membuat konsep produk, kemasan, dan bagaimana cara mempromosikannya. Dari sisi produk, donat kentang ini merupakan olahan donat yang tidak hanya bercita rasa pada toppingnya saja, namun pada kualitas olahan. Dari sisi rasapun dibuat selezat mungkin. Agar lebih menarik dan berbeda, dibuatlah donat kentang khusus khas Batam, yaitu donat kentang buah naga dan donat kentang rumput laut. Seperti kita tahu, Batam sangat terkenal dengan buah naga dan rumput laut.

Agar menarik, mereknyapun dibuat sangat anak muda, yaitu Valiant Doughnut. Donut ini dipasarkan lewat gerobak dengan desain yang sangat “muda” dan “eye catching”, menarik perhatian. Gerobak unik dan menarik ini memang dirancang khusus oleh Debby dengan harapan membuat orang tertarik membelinya.

 

Debby, di depan outlet gerobak donat khas Batam

Debby, di depan outlet gerobak donat khas Batam

Dan benar saja, outlet berbentuk gambar donut besar ini langsung menarik perhatian banyak orang. Ditambah dengan kualitas rasa yang enak, Valiant Doughnut segera menjadi teman nongkrong baru bagi anak muda Batam. Usaha donut kentang inipun berkembang pesat. Debby mulai membuka usaha 30 November 2012, dan hingga sekarang Debby telah mempunyai dua outlet gerobak.

Dari mana modalnya? Pertama membuka usaha, Debby tidak mempunyai modal uang, tapi menurutnya modal uang sendiri itu bukanlah hal utama, yang paling penting adalah modal ide! Jadi Debbypun nekat, ia meminjam uang dana bergulir program Pemerintah PNPM Mandiri untuk membuat gerobak dan menyewa tempat di depan warung bakso. Modal lain yang menurutnya penting adalah pertemanan dan jaringan yang selama ini ia bangun. Luasnya pergaulan, dan teknologi informasi memudahkannya dalam mempromosikan produknya kepada konsumen. Peran media sosial, terutama Facebook dan Twitter sangat penting, karena bisa menjadi media promosi yang murah, meriah, dan efektif.

Perjalanan Debby masih panjang. Lajang yang mempunyai motto hidup “Apabila masih ada lebih baik, maka menjadi baik saja tidak cukup” ini masih terus bermimpi mengembangkan usahanya menjadi besar di masa mendatang. Target untuk tahun ini dan tahun depan, Debby akan membuka cafe bekerja sama dengan Xpresibatampos, dan membuka 5 outlet baru di Batam. Debby yakin, dengan prinsip Man jadda Wajada, every dream gonna be real if we believe it! Setiap kesungguhan pasti akan membawa hasil.

Debby bisa dikontak di Twitter @Doughnutvaliant atau @Debbydabby atau kunjungi blognya di http://valiantdoughnut.wordpress.com/

WHAT WE LEARN?

  1. Jangan takut mulai usaha, walaupun masih muda. Kita tidak pernah tahu saat yang tepat memulai, karena itu, lebih cepat memulai akan lebih baik.
  2. Modal uang sendiri kalau ada, bagus. Kalau tidak ada, tidak perlu mundur, yang penting kita punya ide bisnis. Ide adalah hal utama.
  3. Percaya dengan impian kita. Pasti bisa, pasti ada jalan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s