Daftar Urut Kepangkatan (DUK)

Daftar Urut Kepangkatan (DUK)

Dalam rangka usaha untuk menjamin obyektifitas dalam pembinaan PNS berdasarkan system karier dan system prestasi kerja, maka dibuat dan dipelihara secara terus menerus Daftar Urut Kepangkatan (DUK) PNS.

Daftar urut kepangkatan dibuat setiap tahun, yaitu harus sudah selesai dibuat pada setiap akhir bulan Desember.

Daftar urut kepangkatan disusun secara berurutan berdasarkan:

  1. Pangkat
  2. Jabatan
  3. Masa kerja
  4. Latihan jabatan
  5. Pendidikan
  6. Usia

Dengan ketentuan:

  1. Apabila PNS yang berpangkat lebih tinggi, dicantumkan dalam nomor urut yang lebih tinggi dalam DUK. Apabila ada 2 orang atau lebih PNS yang berpangkat sama, umpamanya sama-sama berpangkat Pembina Tk.I golongan ruang IV/b, maka dari antara mereka yang lebih tua dalam pangkat tersebut dicantumkan dalam nomor urut yang lebih tinggi dalam DUK
  2. Apabila ada 2 orang lebih PNS yang berpangkat sama dan diangkat dalam pangkat iut dalam waktu sama pula, maka dari antara mereka yang memangku jabatan yang lebih tinggi dicantumkan dalam nomor urut yang lebih tinggi dalam DUK.
  3. Apabila tingkat jabatan sama juga, maka dari antara mereka yang lebih dahulu diangkat dalam jabatan yang sama tingkatnya itu, dicantumkan dalam nomor urut yang lebih tinggi dalam DUK.
  4. Apabila ada 2 orang atau lebih PNS yang berpangkat sama, dan memangku jabatan yang sama, maka dari antara mereka yang memiliki masa kerja sebagai PNS yang lebih banyak dicantumkan dalam nomor urut yang lebih tinggi dalam DUK.
  5. Masa kerja yang diperhitungkan dalam DUK adalah masa kerja yang dapat diperhitungkan untuk penetapan gaji.
  6. Dan seterusnya

Daftar Urut Kepangkatan yang telah ditetapkan, diumumkan dengan cara sedemikian rupa sehingga PNS yang bersangkutan dapat dengan mudah membacanya.

Apabila ada PNS yang berkeberatan atas nomor urutnya dalam DUK, maka PNS yang bersangkutan berhak mengajukan keberatan secara tertulis kepada penjabat pembuat DUK yang bersangkutan melalui hierarkhi.

Keberatan sebagaimana dimaksud harus sudah diajukan dalam jangka waktu 30 hari terhitung mulai diumumkan DUK, keberatan yang diajukan melebihi jangka waktu 30 hari tidak dipertimbangkan.

Penggunaan DUK:

  1. Salah satu bahan obyektif dalam melaksanakan pembinaan karier PNS
  2. Dengan adanya DUK, maka pembinaan karier PNS dapat dilakukan dengan lebih obyektif. Pembinaan karier yang dimaksud, antara lain meliputi kepangkatan, penempatan dalam jabatan, pengiriman untuk mengikuti latihan jabatan, dan lain-lain.
  3. Apabila ada lowongan, maka PNS yang menduduki DUK yang lebih tinggi, wajib dipertimbangkan lebih dahulu. Tetapi apabila tidak mungkin diangkat untuk mengisi lowongan itu karena tidak memenuhi syarat-syarat lainnya, seperti syarat-syarat kecakapan, kepemimpinan, pengalaman, dan lain-lain haruslah diberitahukan kepadanya, sehingga ia dapat berusaha untuk mengisi kekurangan itu untuk masa mendatang.

Definisi Daftar Urut Kepangakatan (DUK): Suatu daftar yang memuat nama Pegawai Negeri Sipil dari suatu satuan organisasi Negara yang disusun menurut tingkatan kepangkatan; DUK juga adalah salah satu bahan obyektif untuk melaksanakan pembinaan karier Pegawai Negeri Sipil berdasarkan system karier dan system prestasi kerja, oleh karena DUK perlu dibuat dan dipelihara secara terus menerus.

Cara Pengisian/Pengeditan DUK

  1. Penulisan No. Urut

Diisi dengan angka (value), tanpa tanda titik Angka 1 s.d. jumlah PNS pada instansi yang bersangkutan;

2. Penulisan Nama
A. Diisi nama lengkap beserta gelar yang dimiliki;
B. Setelah inisial gelar di depan nama, diberi tanda titik (.) dan 1 spasi
Drs. Pulan
C. Antara gelar diberi 1 spasi
Drs. Ir. Prof. H. Pulan
D. Untuk inisial gelar di belakang nama, setelah huruf akhir nama, diberi tanda koma (,) dan 1 spasi, kemudian inisial gelar:
Drs. Ir. Prof. H. Pulan, M.Si.
E. Untuk singkatan nama, di depan atau di belakang nama utama, diberi tanda titik dan 1 spasi (tanpa tanda koma)
  1. Pulan bukan M Pulan.
Pulan M. bukan Pulan. M atau Pulan. M.
F. Untuk nama singkatan yang menggunakan 2 atau lebih huruf besar atau gabungan huruf besar dan kecil, cukup diberi 1 tanda titik setelah huruf terakhir.
Muh. Pulan HS.
  1. Pulan
Hj. Aminah Kas.
G. Untuk nama dengan singkatan nama yang diikuti oleh inisial gelar, setelah tanda titik diberi tanda koma, 1 spasi kemudian inisial gelar
Drs. Ir. Prof. H. Muh. Abduh HS., M.Si.
Drs. Ir. Prof. H. Muh. Abduh HS., M.Si. M.Pd
INISIAL GELAR YANG UMUM DIGUNAKAN, antara lain:
A.Md. B.A. Dr. MBA. S.Ag. PHD.
B.E. Drg. M.Sc. S.E.
BRE Dra. M.M. S.H. Prof.
Bc.Hk. Drs. M.Pd. S.Pd.
Bc.Kn. Dr. M.Si. S.Psi.
BBA Ir. S.Sos.
B.Sc S.Hut.
3. Penulisan NIP
Diisi dengan angka NIP terdiri dari 9 digit.
Tanpa tanda titik
Tanpa Spasi
Contoh:
550008709 : betul
550 008 709 : salah!
  1. : salah!
4. Penulisan Gol / Ruang Pangkat Terakhir.
Tanpa Spasi dan Tanpa Titik
Sesuai dengan SK Kenpa terakhir
IV/e IV/d IV/c IV/b IV/a
III/d III/c III/b III/a
II/d II/c II/b II/a
I/d I/c I/b I/a
5. Penulisan TMT Kenpa
Terhitung Mulai Tanggal (TMT)
Kenaikan Pangkat terakhir
Sesuai dgn SK Kenpa terakhir
Input data: dd-mm-yyyy
Contoh : 01-03-2002
6. Penulisan Nama Jabatan
Ditulis sesuai dengan NOMENKLATUR atau Struktur Organisasi instansi ybs.
Jika terlalu panjang, dapat disingkat dengan bentuk baku atau yang umum/ sering digunakan, antara lain :
Ka. Dinas. Ka. Badan
Wk. Ka. Karo
Kasubdin Kabag
Kabid. Kasubbid
Set. Sek.
Dir.
  1. Dir.
Kasubbag Kasubbid
Kasi Ka. UPTD
Jika ada Nama Jabatan Struktural Eselon IV (di bawah Eselon III) dalam suatu instansi yang sama, maka Nama Jabatan tersebut harus dilengkapi dengan Jabatan Struktural Eselon III nya. Misalnya:
Kasubbid
Istilah Staf untuk PNS yang tidak mempunyai Jabatan Struktural, sebaiknya tidak digunakan lagi. Misalnya:
Juru Ketik
Caraka
Sopir/Pengemudi
Gunakan istilah Pelaksana atau Peng-administrasi untuk PNS yang tidak mempunyai Jabatan Struktural. Misalnya:
Pelaksana Administrasi Kepegawaian
Pengadministrasi Data Kenaikan Pangkat
Pelaksana Administrasi Keuangan
Pelaksana Pengawasan Lapangan
Setelah Nama Jabatan Pelaksana … atau Pengadministrasi … sebaiknya dilengkapi dengan nama Jabatan Struktural dimana PNS tersebut bertugas. Misalnya:
Pelaksana Administrasi Kepegawaian Subbag Umum
Pengadministrasi Data Kenaikan Pangkat Subbag Kenaikan Pangkat
Pelaksana Administrasi Keuangan Subbag Keuangan
Pelaksana Pengawasan Lapangan Seksi Jalan dan Jembatan.
7. Penulisan Eselon
Tanpa Spasi di antara Tanda Titik Tengah
Tanpa titik setelah karakter terakhir
I.B II.A III.A IV.A V.A
II.B III.B IV.A V.A
8. Penulisan TMT Eselon
Terhitung Mulai Tanggal (TMT) Pelantikan pada Eselon ybs.
Sesuai dgn Surat Pernyataan Pelantikan Eselon ybs.
Input data: dd/mm/yy
Contoh: 1/3/02 atau 01/03/02
9. Penulisan Tahun Masa Kerja
Angka tahun Masa Kerja Golongan, terdiri dari 1- 2 digit: 0 – 40
Masa Kerja pada kolom ini adalah MASAKERJA GOLONGAN dalam satuan Tahun, berdasarkan SK Pangkat/Berkala atau SK lainnya yang terakhir yang mencantumkan Masa Kerja Golongan
10. Penulisan Bulan Masa Kerja
Angka bulan Masa Kerja Golongan, terdiri dari 1 – 2 digit: 0 – 11
Sesuai dengan SK Pangkat/Berkala atau SK lainnya yang terakhir yang mencantumkan Masa Kerja Golongan.
11. Penulisan Nama Diklat Jabatan
Spati Spama
Pim. I Pim.II
Spamen Spala
Sespa Adumla
Sespanas Sepada
Pim. II Adum
Sepadya Pim.IV.
Sepadyanas
12. Penulisan Tahun Diklat
Angka tahun Latihan Jabatan terdiri dari 4 digit:
1995 2002 2005
13. Penulisan Jumlah Jam Diklat
Diisi jumlah jam Diklat ybs.
400 750 1000
14. Penulisan Nama Pendidikan
Sebaiknya disingkat sesuai dengan bentuk baku atau yang umum digunakan, antara lain:
Fekon Fisipol Poltek
Faperta Fahutan Ak. Farmasi
  1. Kedokteran
  2. Teknik
Unmul
  1. Hukum
ABA UI
Akper SMA Unair
SMU STM ITB
SPMA SMP Untag
SKKA SKKP ITS
STN PGAN IPB
SD FKIP UGM
SR IKIP Unhas
Penulisan Nama Pendidikan agar sesuai dengan urutan sbb:
Fakultas, Jurusan, Universitas, Kota
Akademi, Jurusan, Kota
Sekolah, Jurusan, Kota
Contoh:
Fisipol, A.N., Unmul, Samarinda
Fekon, Akuntantasi, Unmul, Samarinda
  1. Kedokteran, Umum, Airlangga Surabaya
FKIT, Teknik Listrik, IKIP, Surabaya
STIE,Manajemen Perusahaan, Samarinda
Akper, Kebidanan, Samarinda
ABA, Sastra Inggris, Yogyakarta
Poltek, Tata Niaga, Samarinda
SMAN 1, IPA, Samarinda
SMPN 2, Samarinda
SRN 13, Samarinda
15. Penulisan Lulus Tahun
Angka tahun lulus Pendidkan terdiri dari 4 digit
1995 2002 2005
16. Penulisan Tingkat Ijazah
Tanpa spasi di antara tanda titik tengah
Tanpa tanda titik setelah karakter terakhir
S.3 SM SLTA
S.2 D.III SLTP
S.1 D.II SD
D.IV D.I
17. Penulisan Tgl. Lahir
Diisi tanggal lahir ybs. sesuai dengan yang tercantum dalam SK CPNS ybs.
Input data: dd/mm/yy
Contoh: 1/3/02 atau 01/03/02
18. Penulisan Catatan Mutasi
Diisi mutasi terakhir dari atau ke instansi lain.
19. Penulisan Keterangan
Diisi keterangan penting/perlu, al.:
TB : Tugas belajar
CTN : Cuti di luar tanggungan Negara
MD : Meninggal dunia
PT : Purna Tugas (Pensiun)
Keterangan lainnya yang perlu.
Dasar Hukum :
1. UU RI No. 43 Tahun 1999;
2. PP No. 15 Tahun 1979;
3. Surat Edaran Kepala BAKN No. 03 Tahun 1980.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s